SAATNYA REKONSTRUKSI KANDANG
Rekonstruksi kandang terbuka menjadi kandang tertutup membutuhkan komponen-komponen
1.Kipas, 2.Cooling pad, 3.Tirai untuk samping kanan dan kiri plafon, 4.Panel
control utama, 5.Ventilatsi kontrol, 6.Listrik yang bisa bersumber dari PLN dan
Genset,7.Kandang itu sendiri.
Kandang dan ternak ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat
dipisahkan satu sama lainnya. Kandang merupakan rumah ayam atau suatu tempat
yang difungsikan untuk, 1.Tempat berlindung bagi ayam,2.Tempat melakukan
aktivitas produksi dan reproduksinya, 3.Serta tempat yang memberikan jaminan
perlindungan bagi ternak dari berbagai gangguan binatang buas dan bahaya
maling.
Berdasarkan ini, maka pembangunan kandang untuk ayam perlu disesuaikan
dengan kebutuhan ayam dan sesuai pula dengan kondisi keuagan yang dimiliki oleh
peternak. Berbagai macam bentuk kandang sering diperdebatkan dalam hubungannya
dengan fungsi kandang itu sendiri.
“Pilihan model dan sistem kontruski kandang sebenarnya bukan
disesuaikan dengan keinginan peternak namun perlu dipertimbangkan dari
kenyamanan ayam yang dipelihara yang secara nyata akan memberikan hasilnya
berupa daging dan telur.
Kandang Sistem Terbuka
Menurut Ir Ahmadi, di lapangan bentuk kandang yang umum dijumpai adalah
kandang sistem terbuka atau open house baik sistem panggung maupun sistem
postal dengan lantai beralasakan sekam, serutan gergaji kayu dan beberapa
peternak pernah juga menggunakan jerami.
Menurutnya, model kandang sistem terbuka memberikan kontribusi yang
kurang bagus bila dibandingkan dengan model kandang sistem tertutup. Hal ini
dikemukakannya berdasarkan pengalaman lapang yang dimilikinya dalam kurun waktu
yang cukup lama.
Di samping itu, model kandang sistem terbuka tidak sesuai lagi dengan
perkembangan mutu genetic ayam ras saat ini, yakni ayam dengan strain-strain
modern dengan tingkat pertumbuhan yang cepat bila dibandingkan dengan
strain-strain ayam tempo dulu.
Sementara itu, pengetahuan sebagian peternak akan pentingnya kesehatan
lingkungan untuk meningkatkan kesehatan pribadi juga memberikan peluang pada
renovasi atau rekonstruksi kandang ayam broiler dan layer model terbuka ke
model tertutup.
Kandang model tertutup dimaksudkan untuk meminimalisir kontak antara
ayam dengan kondisi lingkungan di luar kandang. Menurut Ir Ahmadi bahwa tujuan
pembangunan kandang sistem tertutup adalah menciptakan lingkungan ideal dalam
kandang, meningkatkan produktivitas ayam, efisiensi lahan dan tenaga kerja
serta menciptakan usaha peternakan yang ramah lingkungan.
Namun sejauh ini rekonstruksi kandang terbuka menjadi kandang tertutup
dihadapkan pada kendala modal yang dimiliki peternak masih jauh dari cukup
untuk pengembangannya. Di samping itu, kendala lain yang dihadapi peternak
adalah teknologi yang dipunyai masih kurang serta minimnya infrastruktur. Lalu
apa yang dimaksud dengan kandang sistem tertutup?
Kandang Sistem Tertutup
Menurut Ir Ahmadi kandang sistem tertutup atau close house merupakan
sistem kandang yang harus sanggup mengeluarkan kelebihan panas, kelebihan uap
air, gas-gas yang berbahaya seperti CO, CO2 dan NH3 yang ada dalam kandang,
tetapi disisi lain dapat menyediakan berbagai kebutuhan oksigen bagi ayam.
Berdasarkan ini, kandang dengan model sistem tertutup ini diyakini
mampu meminimalkan pengaruh-pengaruh buruk lingkungan dengan mengedepankan
produktivitas yang dipunyai ayam.
Secara konstruksi, kandang sistem tertutup dibedakan atas dua sistem
yakni pertama sistem tunnel dengan beberapa kelebihan yang dimilikinya seperti
mengandalkan aliran angin untuk mengeluarkan gas sisa, panas, uap air dan
menyediakan oksigen untuk kebutuhan ayam. Sistem tunnel ini lebih cocok untuk
area dengan temperatur maksimal tidak lebih dari 30 0C.
Sistem kedua adalah evaporative cooling sistem (ECS). Sistem ini
memberikan benefit pada peternak seperti mengandalkan aliran angin dan proses
evaporasi dengan bantuan angina. Sistem kandang tertutup ini hanya cocok untuk
daerah panas dengan suhu udara di atas 35 0C. Lalu dari mana sumber panas dan
sumber uap airnya?
Sumber panas berasal dari ayam itu sendiri,
sinar matahari yang ditransfer secara radiasi, panas dari brooder pada masa
brooding dan panas dari proses ferementasi dalam sekam. Sementara itu sumberi
uap air dikatakannya dapat berasal dari kelembaban lingkungan, proses
evaporasi, sisa air yang dikeluarkan bersama dengan feses, dan air minum yang
tumpah.
Rekonstruksi
Untuk rekonstruksi kandang terbuka menjadi kandang tertutup membutuhkan
komponen-komponen seperti kandang, kipas, cooling pad, temptron yang berfungsi
sebagai pengontrol utama, panel kontrol listrik, tirai untuk samping kanan dan
kiri plafon, dan listrik yang bisa bersumber dari PLN dan Genset.
Namun dikatakan Ahmadi bahwa pada kandang model sistem tertutup tetap
masih bisa dijumpai kegagalan-kegagalan.
Kegagalan dimaksud akibat desain kandang yang kurang tepat, kurang
memahami manajemen kandang tertutup, kurangnya perawatan peralatan kandang,
permasalahan kipas terkait mutu dan kuantitasnya, sumber penerangan terkait
sering padamnya, luas inlet yakni perbandingan luas area dengan kuantitas kipas
yang dimiliki, program minimalisasi amoniak yang kurang efektif, posisi kandang
satu dengan yang lainnya yang kurang diperhatikan, serta pemasangan tirai yang
kurang rapat.
Dari sisi produktivitas sejauh ini kandang sistem tertutup terbukti
memberikan performa terbaik bila dibandingkan dengan kandang sistem terbuka.
Ayam petelur sistem kandang tertutup mampu meningkatkan
performa baik produksi telur maupun kualitas telur.
Di samping itu, kontrol penyakit menular lebih mudah diantisipasi bila
dibandingkan dengan kandang sistem terbuka. Terkait kualitas telur, Jarot
menjelaskan bahwa telur yang dihasilkan warnanya coklat
seragam, kerabang telur cukup keras, keretakan telur cukup rendah, warna kuning
telur cerah, bentuk kuning telur cembung, dan putih telur cukup kental
bila dibandingkan dengan telur yang dihasilkan layer dengan sistem terbuka.
Di samping itu, harga telur dari kandang tertutup berbeda jauh dengan
harga telur yang diproduksi dari kandang sistem terbuka.
Lalu apa kendalanya? Modalkah atau kemauan peternak? Bila modal, ini
merupakan alasan yang kurang tepat karena secara ekonomi, biaya per ekor ayam
untuk ayam broiler hanya Rp 19.350 yang disesuaikan dengan usia ekonomi kandang
dimaksud.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar