Jumat, 08 Mei 2015

FAKTOR ETIOLOGI PENYAKIT PERNAPASAN PADA UNGGAS



ETIOLOGI PENYAKIT PERNAPASAN PADA UNGGAS

Salah satu gejala penyakit pernapasan yang paling lazim dikenali peternak dan paling sering menjadi keluhan setiap pemeliharaan ayam. Penyakit tersebut selain menimbulkan kematian dan gangguan produksi daging atau telur, juga dapat meningkatkan angka afkir ayam, feed conversion rasio (FCR) tinggi serta daya tanggap kekebalan menurun.

Sistem Pernapasan Ayam dan Kelemahannya
Fungsi utama saluran pernapasan ayam adalah menyediakan oksigen, mengeluarkan karbondioksida (CO2), membantu proses kekebalan primer dan memperlancar mekanisme pengaturan suhu tubuh. Syarat utama agar sistem pernapasan berfungsi baik adalah ketersediaan udara bersih dan saluran pernapasan yang sehat.
Secara anatomi, alat pernapasan ayam terdiri dari tiga bagian utama, yaitu :
1.  Saluran pernapasan atas
Saluran pernapasan bagian atas ayam terdiri dari rongga hidung, laryng, trakea (tenggorokan), bronkus dan bronkeolus. Rongga hidung terhubung langsung ke beberapa sinus seperti sinus infraorbitalis dan sinus supraorbitalis. Karena berhubungan langsung, sangat memudahkan benda-benda asing yang terdapat di udara, termasuk bibit penyakit dapat masuk ke dalam sinus secara langsung.
Rongga hidung dilengkapi dengan silia (bulu getar) yang berperan menyaring partikel-partikel yang tercampur udara yang dihirup ayam, seperti debu maupun bibit penyakit (virus maupun bakteri). Sedangkan pada bagian trakea, bronkus dan bronkeolus dilengkapi dengan sel-sel epitel yang juga mempunyai bulu getar dan sel tak bersilia yang akan menghasilkan lendir yang mengandung enzim proteolitik dan surfaktan. Adanya enzim dan surfaktan (penurun tegangan permukaan) tersebut mampu menghancurkan beberapa mikroorganisme patogen.
Silia hidung hanya mampu menahan partikel berukuran 3,7-7,0 mikron, sedangkan partikel yang lebih kecil lagi akan lolos dan bertahan di saluran pernapasan ayam. Perlu diketahui juga ukuran partikel yang berada di udara kebanyakan memiliki diameter 1-5 mikron, sedangkan ukuran virus atau bakteri lebih kecil lagi contohnya bakteri Mycoplasma berukuran 0,25-0,5 mikron atau virus AI hanya berdiameter 0,08-0,12 mikron. Bisa dibayangkan jika silia mengalami kerusakan (misalnya oleh kadar amonia yang tinggi), maka bibit penyakit akan dengan mudah masuk ke saluran pernapasan dan pada akhirnya ayam akan mengalami gangguan pernapasan yang berujung pada terjadinya kasus penyakit.

2.  Paru-paru
Struktur anatomi paru-paru dengan jaringan yang kenyal dan banyaknya pembuluh darah sangat memudahkan pertukaran udara. Pada bagian paru-paru terdapat banyak percabangan bronkus yang disebut sebagai parabronkus. Pada beberapa area, ujung-ujung parabronkus bersatu dan terhubung dengan kantung udara.

3.  Kantung udara
Udara dari paru-paru, masuk ke dalam kantung udara. Kantung udara sangat berperan penting dalam pernapasan terutama saat inspirasi (menghirup udara) atau ekspirasi (menghembuskan udara).

Kantung udara sendiri menjadi titik lemah sistem pernapasan, karena hanya terdiri dari beberapa lapis sel dan sedikit pembuluh darahnya. Pada bagian ini sangat sedikit sel fagosit, sedangkan agen infeksi di lingkungan sangat banyak, hal ini akan memudahkan agen infeksi untuk melakukan kolonisasi dan merusak sel-sel epitel.

Dampak Gangguan Sistem Pernapasan Ayam
Tubuh ayam secara alami mempunyai mekanisme pertahanan terhadap serangan agen penyakit, salah satunya adalah sistem pertahanan primer yang meliputi kekebalan fisik (contoh bersin/ batuk) dan mekanik, serta faktor kimiawi (pengeluaran enzim, pH). Kekebalan primer ini merupakan sistem pertahanan awal untuk mencegah masuknya agen penyakit.
Gabungan dari silia, sel epitel, lendir dan enzim-enzim dalam sistem pernapasan ayam dapat dikatakan sebagai sistem pertahanan primer di saluran pernapasan. Tidak berfungsinya sistem pertahanan tersebut, akan memicu masuknya agen infeksi. Dan ketika agen infeksi tersebut masuk ke dalam tubuh ayam, jika tidak segera ditangani dengan tepat maka ayam akan sakit bahkan dapat berujung pada kematian.
Penyebab gangguan sistem pernapasan dibagi menjadi 2 faktor utama, non infeksius dan infeksius.

1. Non infeksius
a. Iklim dan cuaca
Fluktuasi suhu dan cuaca yang berubah-ubah dapat menyebabkan tingkat stres meningkat dan mengakibatkan gangguan pada saluran pernapasan. Suhu yang nyaman untuk ayam ialah 25-28OC dengan kelembaban 60-70%. Kelembaban udara < 50% akan menyebabkan membran mukosa saluran pernapasan termasuk sinus kering. Akibatnya aktivitas silia menjadi terhambat dan potensi masuknya debu maupun bibit penyakit meningkat. Sedangkan kelembaban yang terlalu tinggi dapat menaikkan konsentrasi amonia di udara dan memudahkan tumbuhnya jamur. Jika hal tersebut tidak segera diatasi, maka penyakit pernapasan pun tak dapat dihindari.
b. Kualitas air minum
Peternakan yang menggunakan air minum dari air permukaan (sumur dengan kedalaman < 50 m, air sungai atau air danau), kemungkinan memiliki kualitas air yang rendah terutama jumlah bakteri Escherichia coli yang tinggi. Jika hal ini tidak disikapi dengan benar dapat menjadi faktor pendukung timbulnya penyakit colibacillosis, dimana predileksi penyakit ini juga dapat menyerang saluran pernapasan ayam. Hal inilah yang menjadi penyebab colibacillosis mudah menumpangi CRD & korisa.
c. Kualitas pakan
Komposisi pakan yang tidak seimbang dapat memicu terjadinya penyakit pernapasan. Terutama kadar protein dan garam dalam pakan. Kelebihan protein kasar pada ransum akan disekresikan bersama feses sehingga kadar asam urat di feses meningkat. Akibatnya, asam urat tersebut akan diuraikan oleh bakteri ureolitik menjadi amonia. Begitu juga jika kadar garam tinggi yang akan memicu peningkatan konsumsi air minum sehingga feses menjadi lebih encer. Feses yang encer akan mempercepat pembentukan gas amonia.
d. Kualitas litter
Litter yang basah bisa menjadi tempat berakumulasinya gas-gas yang berbahaya bagi ayam, seperti amonia dan H2S. Kadar amonia yang dapat ditoleransi ayam adalah < 20 ppm (part per million atau 1:1 juta). Kadar amonia yang berlebih dapat menyebabkan kerusakan sistem pernapasan diantaranya merusak silia dan produksi lendir berlebih, mengganggu gerakan silia bahkan dapat mengakibatkan iritasi konjungtiva mata.

2. Infeksius
Faktor infeksius juga dapat menyebabkan gangguan pernapasan, misalnya karena infeksi virus (AI, ND, IB dan ILT), bakteri (CRD dan korisa) dan cacing (cacing Syngamus trachea). Dibandingkan dengan kasus viral dan cacingan, penyakit pernapasan yang disebabkan bakteri paling sering terjadi di lapangan.

Dari tabel di atas kita patut bertanya, kenapa penyakit bakterial masih sering menginfeksi ayam sedangkan usaha pengobatan telah dilakukan. Didukung oleh hal tersebut, pada kesempatan ini kami hanya akan memfokuskan bahasan mengenai penyakit pernapasan yang disebabkan oleh CRD dan korisa.

Review Penyakit CRD & Korisa
1. CRD
Chronic respiratory disease (CRD), merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh bakteri Mycoplasma galisepticum. CRD merupakan penyakit yang menyerang saluran pernapasan dan bersifat kronis, artinya dapat terjadi secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama.
Ayam yang terserang CRD menunjukan gejala ayam terlihat susah bernapas, ngorok dan nafsu makan turun. Pada kasus yang parah dapat ditemui leleran eksudat dari hidung, terdapat eksudat berbuih pada mata dan kadang sinus infraorbitalis mengalami pembengkakkan.
Akibat infeksi CRD rongga hidung terdapat lendir , kantung udara keruh.

2. Korisa
Korisa dapat menyerang ayam layer maupun broiler, penyakit ini mudah menular dengan angka kematian 20 % dan kesakitan 100%. Pada ayam layer, penurunan produksi telur bisa mencapai 10-40%. Korisa disebabkan oleh bakteri Haemophilus paragallinarum.
Ciri khas atau karakteristik korisa yaitu menyerang rongga hidung dan sinus infraorbitalis, sehingga menyebabkan terjadinya radang pada sinus, kebengkakan muka dan terjadi leleran hidung yang berbau khas (amis hingga busuk), kadang ditemukan eksudat serupa keju pada rongga hidung 

Penanganan Penyakit Pernapasan

Akibat yang ditimbulkan penyakit pernapasan dapat mempengaruhi produktivitas ayam, oleh karena itu penanganannya harus dilakukan dengan cepat & tepat.
1. Penanganan saat terjadi kasus
a. Identifikasi penyebab
Cari penyebab kasus penyakit pernapasan, karena faktor non infeksius (contoh ventilasi udara kurang atau kadar amonia terlalu tinggi) atau infeksi penyakit. Identifikasi yang salah berakibat pada penanganan yang salah. Hal inilah yang kadang menyebabkan kasus penyakit sulit diatasi.
Pada kasus karena penyakit, juga harus dilakukan diagnosa secara cepat dan tepat. Hal tersebut terkait dengan pemilihan antibiotik yang sesuai untuk penanganan penyakit.
b. Isolasi & seleksi
Seleksi/ culling atau afkir ayam yang telah menunjukkan infeksi parah, hal ini lebih baik dilakukan untuk meminimalkan penyebaran atau penularan bibit penyakit antar ayam. Jika merasa sayang untuk diafkir, peliharalah di kandang isolasi.
c. Pemberian antibiotik
Setelah diagnosa tepat dan telah diketahui penyebabnya, berikan antibiotik sesuai penyakit dan tingkat keparahan penyakit. Contohnya pada kasus CRD, jangan memberikan obat dari golongan penisillin, karena penisillin bekerja secara inhibisi (menghambat) pembentukan dinding sel sedangkan Mycoplasma tidak memiliki dinding sel.
Pada kasus yang parah, pilih antibiotik dengan metode aplikasi suntikan untuk mempercepat penyembuhan penyakit. Yang perlu diperhatikan pada saat pemberian obat adalah ketepatan pemilihan obat sesuai penyakit yang menyerang, ketepatan dosis, lama waktu kontak obat dan kualitas air minum.
d. Pemberian vitamin
Terapi supportif dengan pemberian multivitamin.malam hari setelah pengobatan, diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi tubuh ayam.
e. Perbaikan manajemen pemeliharaan dan biosekuriti dilakukan secara ketat

2. Penanganan untuk mencegah terjadinya kasus penyakit
Agar penyakit pernapasan karena faktor infeksius sekaligus non infeksius dapat dicegah perlu dilakukan program gabungan yang komprehensif yaitu :

a. Lingkungan kandang nyaman
Ayam akan nyaman jika tatalaksana pemeliharaan ayam dilakukan dengan baik. Struktur kandang yang perlu diperhatikan agar ayam nyaman yaitu tipe dan ketinggian lantai kandang, bahan dan model atap, jarak antar kandang dan arah kandang. Jika struktur kandang telah dibangun dengan baik, kita akan dengan mudah mengatur hal-hal berikut :
• Suhu dan kelembaban
Agar kondisi kandang nyaman, lakukan pengecekan suhu dan kelembaban dengan termohygrometer yang dipasang di tengah kandang. Atau dapat juga dilihat dari tingkah laku ayam, jika ayam aktif maka kondisi kandang telah nyaman.

• Kecepatan aliran angin
Penambahan exhaust fan atau blower dapat membantu sirkulasi udara. Dalam pemakaiannya harus memperhatikan arah dan kecepatan angin. Kecepatan aliran angin yang menerpa tubuh ayam tidak lebih dari 2,5-3 m/detik untuk ayam dewasa dan untuk ayam kecil (masa brooding) tidak boleh lebih dari 0,3-0,6 m/detik.
• Kontrol debu dan ammonia
Pilih bahan litter yang mudah menyerap air dan tidak menimbulkan debu. Sebelum bahan litter digunakan desinfeksi terlebih dahulu. Agar litter tidak mudah basah hati-hati saat penggantian air minum, periksa kondisi atap jangan sampai ada yang bocor terutama saat musim hujan, atur kepadatan kandang dan lakukan pembalikan litter atau penambahan litter baru.

• Kepadatan kandang
Kepadatan kandang yang berlebih akan meningkatkan kompetisi antar ayam dalam mendapatkan oksigen, ransum dan air minum. Oleh karenanya atur kapasitas kandang, jangan sampai berlebihan. Secara normal 1 m2 bisa digunakan untuk 6-8 ekor atau 15 kg berat badan ayam broiler dewasa.

b. Program kesehatan
Karena tingkat kerugian akibat serangan korisa lumayan besar dan ayam yang pernah terserang bersifat carrier (pembawa), vaksinasi bisa menjadi pilihan sebagai tindakan pencegahan.
Vaksinasi ayam layer dilakukan pada umur 6-8 minggu dan diulangi 16-18 minggu. Pada kondisi khusus misalnya ayam masih sering terserang pada masa produksi, vaksinasi dapat dilakukan 3 kali pada masa pullet (sebelum masuk masa produksi). Sedangkan vaksinasi ayam broiler pada umur 1-2 minggu. Akan lebih tepat bila jadwal vaksinasi disesuaikan dengan kondisi di peternakan setempat, paling lambat 3-4 minggu sebelum umur serangan penyakit (dapat diamati dari sejarah terjadinya penyakit di farm).
Pemberian multivitamin disaat kondisi rawan (misalnya perubahan musim/ cuaca, saat pindah kandang, saat awal produksi atau puncak produksi) dapat meningkatkan kondisi tubuh ayam. Pemberian antibiotik saat terjadi kasus CRD atau korisa yang merebak di farm tetangga yang lokasinya berdekatan dengan farm kita dapat menjadi cleaning program (pemberian antibiotik sebagai usaha pencegahan).

c. Biosekuriti
Sanitasi dan desinfeksi yang dilakukan secara rutin dapat mengurangi populasi bibit penyakit yang berada di sekitar ayam. Langkah-langkah biosekuriti yang dapat dilakukan yaitu :

•
Pencucian dan desinfeksi peralatan kandang (tempat ransum, tempat minum) secara rutin

•
Semprot kandang setiap 1-2 minggu sekali dengan menggunakan desinfektan Saat terjadi kasus semprot kandang sebaiknya diperketat, hati-hati saat penyemprotan jangan mengenai larutan obat/vitamin

•
Sanitasi air minum menggunakan Antiseptik secara rutin dapat mencegah penularan penyakit melalui air minum, selain itu meminimalkan cemaran bakteri E. coli. Saat terjadi kasus CRD kompleks, sanitasi air minum dapat dilakukan malam hari setelah pengobatan

•
Saat kontrol ayam sehari-hari, awali dari ayam berumur muda ke ayam tua. Hal ini untuk meminimalkan penularan penyakit terutama jika pemeliharaan ayam tidak menerapkan sistem all in all out pada farm broiler atau one age farming pada farm layer

•
Pekerja kandang harus disiplin menggunakan alas kaki atau baju khusus untuk bekerja di farm, cuci tangan dan desinfeksi alas kaki saat akan pindah ke kandang lain

•
Tamu asing yang tidak berkepentingan tidak diijinkan untuk memasuki areal kandang

Perbaikan genetik dan tingginya produktivitas ayam, berdampak pada makin sensitifnya ayam terhadap perubahan lingkungan dan penyakit terutama penyakit pernapasan.


Selasa, 05 Mei 2015

INTRODUCE TYPE OF VENTILATION IN POULTRY

POULTRY VENTILATION TYPES:


 1.Tunnel Ventilation

 2.Minimum Ventilation

 3.Natural Ventilation

 4.Transition Ventilation


 Tunnel Ventilation:
 ●It works by using air speed to cool the poultry animal.
   The air enter from the front of the house then travel down the lenght of the house
   over the poultry animal.
   And this which is called “wind chill effect”.
 ●Chill effect in tunnel is depending on the age of the bird it experiences
    different chill effect

 Minimum Ventilation:
  ●If the inside set of temperature is higher than outside temperature
    The air mix with the warmer air inside the house before it comes in contact
    With the animal  
  ●So that if the house become cooler than the set point, than the heat source is in correct.
     Not to reduce minimum ventilation to increase heat the house.
     Minimum air requirement need to be calculated that the animal needs

  Natural Ventilation:    
   ●It occurs required inside temperature and the outside temperature is EQUAL
   ●When the animal requires no heating or cooling
     When animal only requires air circulation in the house
   ●To bring in Oxygen and to remove Harmful Gases

 Transition Ventilation:   

  ●When the animal requires cooling

  ●This is when the pressure increases in the house
    This is when there becomes Air Speed in the house
  ●With Air Speed the animal feel a Chill Effect
         Animal feels cooler

 All of the third first of the above ventilation is come under the heading of 
“Low Pressure Ventilation” (LPV) 





 fb:http://dutasaranasatwa.facebook.com
 blog::mydutasatwasarana.blogspot.com-Your Poultry Ventilation Engineered

Sabtu, 02 Mei 2015

MENGAPA INVESTASI MENJADI PENTING BAGI KITA


Assalamualaikum...Wr..Wb.
Salam sejahtera dan salam sukses bagi kita semua..

Kali ini kami ingin mengulas mengenai bagaimana kita seharusnya menyikapi
fakta di negara kita tercinta Indonesia saat ini bahwa kekayaan finansial hanya dimiliki orang tertentu. Kenapa mereka yang  kaya cenderung semakin kaya. 
Mengurai jawaban pertanyaan di atas penting mengingat faktanya saat ini di negara kita mayoritas orang adalah kalangan menengah. Yang terjadi  adalah orang menengah malah menjadi miskin bukan meningkat kekayaan finansial nya..Yang miskin makin terdesak oleh kemiskinannya.

Banyak faktor yang menyebabkan kita menjadi makin terpuruk dengan kondisi ekonomi yang
sedang terjadi, para pakar manajemen dan konsultan financial selalu mengajarkan kita bahwa kita harus memiliki skala prioritas dan timing yang benar dalam hal pembelanjaan dan itu mungkin sudah kita terapkan. Namun kita cenderung tidak pernah memikirkan skala prioritas dan timing dlm hal menambah penghasilan kita diluar pekerjaan tetap yang sudah kita miliki.

Pertanyaan diatas menjadi titik tolak kita dalam mencari tambahan penghasilan diluar pekerjaan tetap. Substansi dan urgensinya adalah terletak pada cara berpikir finansial kita.
Paradigma orang kaya cenderung menghabiskan uangnya untuk berinvestasi sehingga kekayaannya bukan malah berkurang tapi akan terus bertambah dan bertambah(walau terkadang  juga mengalami kegagalan).

Sementara kebanyakan orang menengah kebawah akan menghabiskan uangnya untuk membangun gaya hidup agar bisa dibilang orang kaya, sehingga bukanlah menambah kekayaan finansialuangnya tetapi malah terjebak dalam gaya hidup konsumtif berlebihan dan menguras kantong uangnya bahkan berhutang.
Salah satu pilihan investasi yang sangat menjanjikan adalah di sektor peternakan ayam broiler yang mempunyai nilai keuntungan cukup baik, dan terus meningkat kebutuhannya serta senantiasa diikuti oleh kemajuan perkembangan genetika ayam itu sendiri..

Kami mengundang anda untuk bekerjasama di bidang usaha Budidaya Peternakan ayam broiler di daerah Cipanas-Kab.Cianjur Jawa Barat.
Pola kerjasama yang kami tawarkan adalah penanaman modal yang digunakan untuk biaya budidaya ayam broiler dengan keuntungan bagi hasil kami JAMIN minimal sebesar 20% dari modal yang tertanam dalam jangka waktu. Durasi kerjasama (pengembalian modal adalah 12 bulan, dihitung sejak disepakatinya kerjasama.
Modal minimal adalah Rp. 11.500.000,- (kapasitas 500 ekor,-)..
Anda dapat langsung memonitor sendiri perkembangan budidaya ayam broiler anda kapan saja.. mulai dari persipan kandang,chick in, proses pemeliharaan hingga proses panen..

Jika anda minat dan siap dengan penuh keyakinan maka dapat segera hubungi kami.
Namun jika ada pertanyaan atau komentar maka dengan senang hati akan kami jelaskan lebih lanjut tentang proposal kerjasama Budidaya Ayam Broiler ini..

Terima kasih..
Wasalamualaikum..Wr..Wb.
Salam Broiler
Dutasatwa PS
Phone: 0813 2017 3030 /  0857 2069 5400
Blog http://dutasatwasarana.blogspot.com
Facebook : dutasarana
Note : Proposal dan Analisa Usaha dapat  Anda dipelajari di blog kami atau akan kami kirimkan via email..