Kamis, 09 April 2015

BROILER CAGE SYSTEM



“BROILER CAGE SYSTEM” LONCATAN EFESIENSI
BUDIDAYA BROILER



DENGAN KANDANG BROILER CAGE, KEPADATAN BROILER PER KANDANG BISA 3,5
KALI LEBIH TINGGI KETIMBANG KANDANG TIPE LITTER. BERBEDA DARI UMUMNYA KANDANG BROILER (AYAM PEDAGING), KANDANG YANG DIISTILAHKAN DENGAN TIPE CAGE INI TAK UBAHNYA SEPERTI APARTEMEN.

Kandang broiler yang diistilahkan dengan tipe cage ini tak ubahnya seperti apartemen. Di kandang ini broiler dipelihara dalam koloni-koloni yang bertingkat-tingkat, 3 hingga 4 tingkat jumlahnya. Cage ini berada di dalam bangunan closed house (kandang tertutup). Dalam 1 closed house, bisa terdapat 4 sampai 6 baris cage, dengan ukuran masing-masing ruang kandang dapat disesuaikan dengan kebutuhan ideal.

Kebutuhan pakan dan air minum dipenuhi menggunakan alat otomatis, dan alas kandang (model slatted floor plastic) menggunakan plastik khusus yang tak merusak telapak kaki broiler yang dipelihara. Feses dibuang setiap hari menggunakan manure belt system(semacam karet berjalan) yang dipasang di bawah tiap alas. Dengan begini, praktis tingkat amonia dalam kandang sangat rendah.
Kandang broiler tipe cage bukan fenomena yang baru. Kandang tipe ini sudah ada sejak 30 tahun lalu. Selanjutnya, dikarenakan terlalu banyak problem, terutama di sistem alas kandang, performa broiler yang dihasilkan kandang tipe ini tidak optimal.

Alhasil sistem ini kurang berkembang untuk broiler. Tapi sekarang, dengan perkembangan teknologi, kekurangan dari teknik ini  telah ditemukan solusinya. Keuntungan aplikasi kandang tipe cage sudah dibuktikan oleh banyak perusahaan unggas di Eropa dan di luar Eropa bahkan Asia Tenggara saat ini.
Saat ini budidaya ayam broiler maupun layer dituntut efesiensi terutama dinegara Indonesia sudah tertinggal jauh dengan negara lain dalam investasi closed house. Dengan kondisi efisien, performa dan marjin akan jauh lebih baik, ditambah lagi dengan pengaruh perubahan iklim, closed house menjadi suatu kebutuhan.

Langkah terbaik peternak untuk menyiasati jauhnya ketertinggalan, tak perlu berinvestasi di closed house yang menggunakan litter tapi lebih baik langsung loncat ke closed house dengan tipe cage. Seperti negara asia tenggara lainnya Thailand, Malaysia,dan Bangladesh bahkan Kamboja sudah menggunakan sistem cage untuk broiler ditingkat peternak.

Kepadatan broiler per kandang bisa 3,5 kali lebih tinggi ketimbang tipe litter. ”Apalagi dibanding dengan kandang terbuka, tentu akan lebih tinggi lagi,” timpalnya. Selain itu kesulitan mencari sekam berkualitas tak akan ditemui di kandang tipe cage. Kandang tipe ini menggunakan alas plastik khusus yang lembut sehingga membuat telapak kaki broiler bersih, tanpa luka dan tanpa bengkak.

Kandang tipe cage memiliki keuntungan langsung dan tak langsung. Yang langsung, terlihat nyata pada rendahnya mortalitas, konversi pakan (FCR) lebih baik, pertumbuhan lebih cepat, kualitas karkas lebih baik dan biaya produksi rendah, serta periode chick mencapai 7-8kali chick in setahun. Bahkan Kandang tipe ini umur panen lebih pendek 4-7hari lebih awal dengan menggunakan kandang sistem cage. Sedangkan keuntungan tak langsung, efek pembuangan karbon akan lebih rendah dan status kesejahteraan hewan pun lebih baik.

LAYANAN KONSULTASI DAN INFORMASI SEPUTAR BROILER CAGE:
MOBILE PHONE: 0813-2017-3030/0857-9784-8200
1.MENENTUKAN UKURAN BANGUNAN DAN CAGE SYSTEM
2.OBSERVASI JENIS VENTILASI SYSTEM CLOSED HOUSE YANG
3.OPERASIONAL CAGE SYSTEM(STARTER TO GROWING)
4.MENGHITUNG VENTILASI
5.MAINTENANCE EQUIPMENT, DLL.
   DAPAT ANDA TANYAKAN LANGSUNG

Sabtu, 04 April 2015

CARI INVESTOR BISNIS AYAM BROILER



PROPOSAL:

I.PENGANTAR   
     1.1 Profil
           Saya adalah pelaku usaha kecil di bidang budidaya ternak ayam potong,. Kami tinggal
           didaerah Cipanas-Cianjur tepatnya di Kecamatan Cipanas Desa Batulawang. Jarak
           desa kami dari kota Cianjur di tempuh dengan kendaraan selama 20-30menit.
           Dengan akses jalan transportasi yang sangat mudah dan memadai terutama jalur Bogor
           -Puncak-Cipanas-Cianjur dengan catatan tidak akhir pekan, karena biasanya akhir
           pekan ramai dipadati kendaraan wisata.      
     1.2 Qualification&Summary:
           Experience working for more than 18 years in poultry industry sector.
           Poultry farming management, poultry disease & health
           control, poultry feed, poultry equipment system and housing[/size].

II.PENDAHULUAN
    2.1 Latar Belakang
           Ayam ras pedaging disebut juga broiler, yang merupakan jenis ras unggulan hasil
           Persilangan dari bangsa-bangsa ayam yang memiliki daya produktivitas tinggi,
           terutama dalam memproduksi daging ayam. Sebenarnya ayam broiler ini baru populer
           di Indonesia sejak tahun1980-an dimana pemegang kekuasaan mencanangkan
           penggalakan konsumsi daging ruminansiayang pada saat itu semakin sulit
           keberadaannya. Hingga kini ayam broiler telah dikenal masyarakat Indonesia dengan
           berbagai kelebihannya. Hanya 4-6 minggu sudah bisa dipanen.
           Dengan waktu pemeliharaan yang relatif singkat dan menguntungkan, maka banyak
           peternak baru serta peternak musiman yang bermunculan diberbagai wilayah
           Indonesia. Prospek agribisnis peternakan untuk ternak ayam broiler cukup baik dimana
           permintaan pasar selalu meningkat, sejalan dengan kesadaran masyarakat akan
           pentingnya gizi hewani. Produksi ternak ayam broiler saat ini berkembang dengan
           pesat dan peluang pasar yang bisa dihandalkan
    2.2 Tujuan
          Pada Proposal ini saya sampaikan bahwa proposal ini saya buat dengan maksud untuk
          mencari investor yang yakin dan berminat untuk mengembangkan usaha ini dengan
          sistem bagi hasil. Sehubungan selama ini kami terkendala terbatasnya modal, disisi lain
          bisnis pemeliharaan ayam potong dibutuhkan kontiyuitas dengan permodalan yang
          dobel. Sebelumnya saya pelihara ayam potong dengan kapasitas 500ekor, namun
          seiring dengan makin meningkatnya kebutuhan ayam didaerah kami sejak tahun 2014
          maka saya berinisiatif mengembangkan usaha peternakan ayam potong untuk
          meningkatkan jumlah populasi ayam dengan mengajak investor yang berminat dan
          yakin serta memiliki modal untuk bekerjasama,
          bahkan jika ada investor yang mau maka usaha ini sangat bisa untuk dikembangkan
          lagi dengan membuat kandang baru/menyewa kandang dan dengan menambah
          populasi ayam
          serta menyediakan sarana rumah potong ayam secara sederhana dan praktis sehingga
          pemasaran ayam dapat kita jual dalam bentuk ayam karkas dan Ayam PL yang nilai
          jualnya lebih menguntungkan lagi harga jualnya.
          Saat ini kami memiliki satu unit kandang dengan kapasitas 1500 ekor ayam, Investor
          yang kami cari adalah yang berkelanjutan dan jangka panjang mengingat sistem usaha
          ayam lebih profitable jika dihitung dalam satu tahun berjalan.
  
III.PEMBAHASAN
     3.1.Sistem Pemeliharaan:
           Pemeliharaan dilakukan dengan kandang sistem lantai,terbuat dari bambu gombong
           dan atap asbes. Pemeliharaan dan tenaga kerja selama ini kami tangani sendiri pada
           kandang ukuran 18m x 6m.
     3.2 Pemasaran
           a.Hasil produksi kami jual dalam bentuk ayam hidup timbang dikandang yang
             didatangi langsung oleh para pemotong ayam dan atau pengepul ayam diwilayah
             Cianjur dan sekitarnya.
          b.Pilihan lain yang lebih memberikan nilai ekonomis yaitu, jika ayam kita jual sudah
             dalam bentuk daging ayam karkas untuk disuply ke restoran/rumah makan terdekat,
             dengan harga lebih tinggi daripada kita hanya menjual ayam hidup
      3.3.Permodalan Dan Biaya Produksi
            Dalam budidaya ternak ayam potong kebutuhan sarana produksi dari umur 0hari
            sampe dengan panen 33 hari jika dihitung dalam rupiah maka kisaran biayanya
            Rp.21.500.000 per 1000 ekor(terlampir). Dengan profit 1500-7000 per ekor(Pasar
            Ayam Hidup) tergantung fluktuasi harga pasar dan momen kalenderial tertentu.
           Selanjutnya untuk menghindari rasa tidak percaya dan takut terjadinya unsur penipuan
           dan atau mengantisipasi hal lain, maka saya mengajukan sistem kerjasama ini seperti
            penjelasan dibawah dan agar kiranya dapat jadi pertimbangan.
      3.4.Sistem Kerjasama Investasi Dengan Usulan Ketentuan/Kesepakatan sbb.
            a. Pilihan I Kesatu:
                1.Jika Pengelolaan dana dipercayakan oleh saya selaku pengelola,maka sharing
                   profit  sbb, 40% pengelola dan 60% investor dengan kerugian bersih dibagi dua.
             b.Pilihan II Kedua:
                1. Supply bibit doc dari Bapak/Ibu investor
                2. Suplly Pakan dari Bapak/Ibu investor
                3. Aset kandang dan perlengkapan/peralatan ternak dari pengelola
                4. Obat-Vitamin dan Kimia lainnya tanggung jawab pengelola
                5. Operasional pemeliharaan dari 0hari sampai panen tanggungjawab saya
                6. Target pemeliharaan Umur 33h dengan panen.BB ayam 1.6-1.8kg per ekor.
                7. Pemasaran diserahkan bapak/Ibu atau bersama sama.
                8. Profit Sharing: Kerjasama ini sistem bagi hasil dari keuntungan dan atau
                    kerugian bersih dengan persentase 50% pengelola dan 50% investor.       
          3.5.Pertanggungjawaban Dan Sistim Pelaporan
                1.Untuk mempermudah dan memperlancarnya operasional sistem pemeliharaan ini
                   kami akan memberikan sistem pelaporan baik keuangan tiap akhir periode
                   pemeliharaan, dan laporan perkembangan budidaya mingguan dalam format yang
                   sudah umum dan biasa dilakukan oleh sistem budidaya ternak ayam
                   potong(terlampir).
                2.Bapak/Ibu Investor dapat mengontrol lapangan sesuai kebutuhan atau yang
                  diinginkan.
          3.6.Anda Tertarik.
                Maka kami sarankan agar investor terlebih dahulu:
                1.Dapat melakukan survey tempat,kandang dan lokasi.
                2.Mengetahui dan mengenal background kami lebih detil, kapasitas kami baik sbg
                   tenaga pengelola dan praktisi ternak unggas secara regional maupun nasional.
                3.Untuk memanfaatkan peluang dan investasi ini, maka kami berencana melakukan
                    jadwal pemeliharaan periode april 2015 ini(jika memungkinkan mengejar panen
                    Rajab).

IV.KESIMPULAN
      4.1 Analisa Biaya Produksi-Break Even Point (BEP)-Margin Profit
            Analisa Perhitungan Biaya Produksi dan BEP serta Profit Margin dengan asumsi
            Yang dibuat berdasarkan standar guide line pemeliharaan dan pengalaman
            dilapangan.
            Asumsi pemeliharaan per 1000 ekor sbb:      
             a.Deplesi(kematian-culling) +/-5%: 50ekor
             b.Total BB Panen:
                 -1000ekor – 50ekor = 950ekor
                 -950 ekor X 1.7Kg  = 1.615 Kg
             c.Harga Jual Ayam Hidup(rendah) Rp.14.000/Kg
       4.2 Profit Margin:
              -Total Hasil Penjualan 1.615 Kg X Rp.14.000 = Rp.22.610.000
              -.Profit : 22.610.000 – 21.460.000 = Rp.1.150.000  Per 1000 ekor atau
              -Rp.1.150.000 : 1.000  = Rp.1.150 Per ekor
       4.3 Value BEP (Berdasarkan harga jual ayam hidup):
              -Total Biaya Produksi :
              Rp.21.460.000 : 1.615 Kg  = Rp.13.288 per Kg
        4.4 Rencana Biaya Secara Detil Dan Format Pelaporan akan Kami krimkan Jika Investor
              Benar Benar berminat Dan Yakin.

V.  PENUTUP
       INFO DAN KONTAK KAMI DI:        
       HP.0857-2069-5400/0813-2017-3030
       Email: feri_iss@yahoo.co.id