ETIOLOGI AGEN PENYAKIT DILOKASI PETERNAKAN DAN MENGINVASI MASI KEDALAM TUBUH AYAM
Agen penyakit bisa masuk ke dalam
lingkungan peternakan ayam melalui berbagai macam cara seperti berikut ini:
1. Terbawa masuk ketika anak ayam
(DOC) datang (transmisi vertikal)
2. Masuknya ayam sehat yang baru
sembuh dari penyakit tetapi sekarang berperan sebagai pembawa (carrier),
3. Masuknya ayam dari luar flok
(transmisi horizontal)
4. Tertular melalui telur-telur dari
flok-flok pembibit yang terinfeksi. Contoh agen penyakit yang ditularkan dari
induk ke anak ayam adalah virus Egg Drop Syndrome dan virus Leukosis,
bakteri Samonella pullorum, S. enteritidis, dan Mycoplasma serta Aspergillus.
5. Terbawa masuk melalui kaki (sepatu), tangan
dan pakaian pengunjung atau karyawan yang bergerak dari flok ke flok, misalnya
berbagai penyakit virus dan bakteri (Salmonella, Campylobacter)
6. Terbawa melalui debu, bulu-bulu
atau sayap, dan kotoran (manure) pada peralatan dan sarana lain seperti truk,
kandang ayam, tempat telur dll.
7. Terbawa oleh burung-burung liar,
predator (kumbang), rodensia (tikus), lalat, caplak, tungau dan serangga lain.
Burung liar merupakan reservoar bagi penyakit ND, IB, Psitakosis, influensa
unggas dan Pasteurella spp. Kumbang merupakan reservoar sejumlah besar
infeksi termasuk penyakit Marek, Gumboro, salmonellosis, pasteurellosis dan
koksidiosis. Rodensia dapat menyebarkan berbagai ragam penyakit termasuk
pasteurellosis dan salmonellosis. Lalat dapat menularkan berbagai bakteri
penyebab penyakit pencernaan ayam dan virus cacar ayam (fowl pox).
Caplak Argas dapat menjadi vektor pembawa spirokhetosis. Tungau Ornitonyssus
bursa dapat menimbulkan gangguan produksi ayam dan kegatalan bagi karyawan,
sedangkan Culicoides (agas atau mrutu) dapat menjadi vektor leucocytozoonosis
yang cukup merugikan.
8. Terbawa melalui makanan yang
tercemar mikroorganisme di pabriknya. Kontaminasi bahan baku pakan atau pakan
jadi dengan beberapa jenis patogen seperti Salmonella spp atau IBD/Gumboro dan paramyxovirus,
Egg Drop Syndrom, Aflatoksin dapat menginfeksi kawanan unggas yang peka
terhadap penyakit ini.
9. Menular lewat air seperti berbagai
jenis bakteri (Salmonella, Escherichia coli) dan fungi (Aspergillus)
10. Menular lewat udara seperti virus
velogenik ND dan ILT.
11. Tertular melalui vaksin hidup atau
kontaminasi vaksin. Vaksin unggas terkontaminasi yang dibuat pada telur yang
diperoleh dari peternakan yang tidak bebas patogen spesifik (non-SPF)
dapat mengandung patogen antara lain adenovirus, reovirus, atau agen lain yang
bertanggung jawab terhadap anemia dan retikuloendoteliosis. Patogen juga dapat
ditularkan diantara ternak akibat peralatan vaksinasi yang digunakan dalam
pemberian vaksin atau petugas yang terkontaminasi.
Banyak
mikroorganisme patogen yang akan menetap di luar tubuh inang ayam seperti
Coccidia (berbagai jenis Eimeria), Salmonella, Histomonas, Aspergilus
dan berbagai jenis virus dapat tahan dalam waktu yang cukup lama, terutama
di dalam bahan organik. Pasteurella dan Mycoplasma dan beberapa
jenis bakteri dapat juga hidup beberapa lama di luar tubuh. Virus-virus
penyebab gangguan pernafasan cenderung lemah di luar tubuh inang meskipun dapat
menempuh perjalanan paling tidak 5 mil di udara bila kondisinya memuaskan.
Lebih jelasnya Tabel 1 berikut ini menggambarkan lamanyanya agen penyakit dapat
bertahan di alam atau di luar tubuh inang.
Lama Hidup
Agen Penyakit Diluar Tubuh Unggas
|
Agen Penyakit
|
Nama penyakit
|
Lama hidup di luar tubuh
|
|
Virus avibirna
|
Infectious bursal disease/ Gumboro
|
Beberapa bulan
|
|
Eimeria spp
|
Koksidiosis
|
Beberapa bulan
|
|
Virus duck plague
|
Duck plague
|
Beberapa hari
|
|
Pasteurella multocida
|
Kolera ayam
|
Beberapa minggu
|
|
Haemophylis gallinarum
|
Coryza (Snot)
|
Beberapa jam-hari
|
|
Virus herpes onkogenik
|
Marek
|
Beberapa bulan-tahun
|
|
Virus paramyxo
|
ND
|
Beberapa hari-minggu
|
|
Mycoplasma gallisepticum, M.
synoviae
|
Mikoplasmosis
|
Beberapa jam-hari
|
|
Salmonella spp
|
Salmonellosis
|
Beberapa bulan
|
|
Histomonas
|
Histomoniasis
|
Beberapa bulan
|
|
Aspergillus fumigatus
|
Aspergillosis
|
Beberapa bulan
|
|
Mycobacterium avium
(adha-f)
|
Avian tuberculosis
|
Beberapa tahun
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar