ANALISA KASUS PENYAKIT PADA UNGGAS BROILER
Selain
penyakit yang dapat menyebabkan ternak ayam broiler ‘Ngorok/ Cekrek’, terdapat
juga penyebab lain yang sering disebut sebagai penyebab yang bukan penyakit
sehingga disebut sebagai penyebab non infeksius. Adapun penyebab non infeksius
tersebut seperti udara yang berdebu, tingginya kadar amoniak dalam kandang,
perubahan cuaca yang ekstrem, pakan yang terlalu tinggi protein, kelembaban
udara dll.
A. AKIBAT
NON INFEKSI
Akibat non
infeski dari ngorok ini diantaranya karena Amoniak, suhu dan kelembapan.
A.1.AMONIAK.
Beberapa
peternak ada yang memberikan antibiotik untuk pencegahan penyakit karena
berdasarkan petunjuk dari perusahaan. Akan tetapi, tanda disadari bahwa
pemberian antibiotik ini mempunyai efek samping salah satunya adalah
menyebabkan kotoran ayam menjadi lebih encer. Kotoran yang encer ini juga
disertai dengan makanan yang tidak tercerna. Hal ini sangat berpotensi
menyebabkan tingginya kadar amoniak dalam kandang.
Selain
antibiotik , Suhu yang tinggi dalam kandang juga akan meningkatkan konsumsi air
minum ayam sehingga kotoran ayam menjadi lebih encer. Jika kondisi kelembaban
udara dalam kandang cukup tinggi, maka kondisi litter pun akan menjadi basah
dan memicu tingginya kadar amonia.
Selain
pemberian antibiotik, suhu dan kelembaban, tingginya kadar amonia juga bisa
dipicu oleh kadar protein ransum yang berlebih sehingga dibuang bersama feses,
serta akibat sistem ventilasi yang kurang baik.
Amonia yang
terhirup akan mengiritasi saluran pernapasan ayam, dan menyapu silia di
mukosanya. Sel-sel yang ada di permukaan saluran pernapasan menjadi rusak,
produksi lendir menjadi berlebih, gerakan silia terganggu bahkan tidak
berfungsi. Amonia juga mengakibatkan iritasi pada konjungtiva mata, sehingga
mekanisme awal pertahanan tubuh menjadi terganggu.
Jika organ
pernapasan sudah rusak, maka bibit penyakit yang terbawa udara akan mudah
sekali menempel di saluran pernapasan karena sistem pertahanan mekanik tidak
berfungsi optimal. Di tempat ini agen tersebut akan berkembang biak, dan
akhirnya menimbulkan kerusakan lebih parah. Adanya luka di saluran pernapasan
inilah yang menyebabkan ayam ngorok dan batuk.
A.2.SUHU DAN
KELEMBAPAN
Kondisi suhu
dan kelembaban yang tidak sesuai bisa mengakibatkan gangguan fungsi sinus dan
organ pernapasan lainnya. Suhu yang nyaman bagi ayam ialah 25-28ºC dengan
kelembaban 60-70%. Saat kelembaban udara <50% akan mengakibatkan membran
mukosa saluran pernapasan, termasuk sinus menjadi kering. Akibatnya aktivitas
silia terhambat dan potensi masuknya partikel debu maupun bibit penyakit pun
semakin besa
B. AKIBAT
INFEKSI PENYAKIT
Ada beberapa
penyakit yang umumnya menjadi penyebab ayam menunjukan gejala ngorok.
Masing-masing penyakit tersebut mempunyaki karakteristik yang berbeda-beda
sehingga penanganannya pun berbeda-beda. Oleh karena itu, untuk mengatasi
gejala ngorok akibat fator penyakit maka terlebih dahulu harus diketahui apa
penyakit yang memunculkan gejala ngorok tersebut. Berikut beberapa penyakit
penyebab ayam ngorok.
B.1) CRD dan
CRD kompleks
Ini adalah
penyakit paling sering yang memunculkan gejala ngorok. Jika sudah muncul
gejala, saran saya JANGAN TUNDA PENGOBATAN, segera lakukan. Jika anda
menunda-nunda maka penyakit ini akan semakin mengganas dan sulit dikendalikan.
Sebenarnya
CRD sendiri tidak terlalu berbahaya, akan tetapi kemampuannya menghasilkan
senyawa ciliostatic yang dapat menyebabkan aktivitas silia melemah mengundang
bakteri-bakteri lain untuk ikut menyerang ayam anda dan umumnya bakteri yang
paling suka nimbrung adalah e-coli. Jika CRD sudah bersamaan dengan e-coli maka
ini disebut dengan CRD KOMPLEKX.
B.2) Korisa
Korisa
merupakan penyakit bakterial yang disebabkan oleh Haemophilus paragallinarum
atau Avibacterium paragallinarum, dengan lokasi predileksi utamanya di sinus
infraorbitalis. Ayam yang terserang korisa akan mengalami pembengkakan muka,
terutama di sekitar sinus infraorbitalis. Selain itu, tak jarang juga ditemukan
mata berair seperti menangis.
B.3.) ILT
(infeksius laryngo tracheitis)
ILT adalah penyakit
yang menyerang pada pada sel epitelium batang tenggorok (trakea). Ciri ILT yang
paling sering saya lihat adalah adanya sumbatan pada trakea akibat adanya
eksudat kental dan hal ini menyebabkan ayam bernapas dengan mulut terbuka
sambil menjulurkan lehernya. Pada sejumlah ayam dapat pula ditemukan adanya
leleran kental bercampur darah dari hidung atau mulut dan adanya cairan berbusa
pada mata. Ini gejala yang jarang saya temui pada penyakit lainnya. Selin itu,
jika kita perhatikan disekitar kandang akan kita temui adanya sisa-sisa lereran
darah yang keluar dari mulut ayam dengan cara bersin. Kasus ini paling sering
terjadi pada ayam petelur/ layer.
B.4) ND, IB
dan AI
Batuk, susah
bernapas, ngorok dan lendir keluar dari hidung merupakan gangguan pernapasan
yang sering ditemukan pada serangan ND, IB dan AI low pathogenik.
KENDALIKAN
FAKTOR PENYEBABNYA
Kita tidak
mungkin mengatasi gejala ngorok jika tidak menghilangkan faktor penyebabnya.
Berikut beberapa tips untuk mencegah dan mengatasi hal tersebut:
-. Temukan
sumber yang menyebabkan tingginya kelembaban kadang, pakah dari atap yang
bocor, minuman yang tumpah, atau dari feces ayam yang cair. Segera atasi hal
tersebut karena kelembapan yang tinggi memicu tingginya kadar amoniak dan
munculnya penyakit-penyakit lain
-. Turunkan
kadar amoniak dalam kandang dengan memperbaiki managemen perkandangan dan
kesehatan ayam.
-. Waspadai
stres karena panas. Stres karena panas menyebabkan ayam akan minum banyak. Hal
ini menyebabkan kotoran menjadi encer dan makanan tidak tercerna. Akibatnya
ayam kekurangan gizi, daya tubuh lemah, amoniak meningkat. Ini kondisi sempurna
untuk masuknya penyakit terutama penyakit pernafasan. Jika udara panas segera
atasi dengan membuat hujan buatan atau dapat juga dengan menggunakan kipas
angin yang dapat meniupkan butiran air.
-. Jaga
kesehatan ayam. Tidak harus memberikan antibiotik pada ayam yang sehat.
Sebaiknya antibotik hanya untuk ayam yang sakit. Jika ayam sehat maka kita
pertahankan status kesehatannya dengan memberikan suplemen multivitamin +
prEbiotik untuk semakin meningkatkan produktifitasnya. Pilihan yang tepat untuk
hal ini adalah dengan memberikan IMPROLIN-G yang merupakan suplemen ALAMI yang
mengandung vitamin, chealated mineral, dan prEbiotik.
-. Jika
sudah mulai ada gejala ayam ngorok di kandang maka segera atasi, jangan
ditunda-tunda. Segera semprotkan CERDEX dengan dosis 1 botol/15 litter air.
Penyemprotan diusahakan sampai kandang terlihat berkabut. Hal ini sebaiknya
dilakukan dengan menutup tirai kandang agar kabut CERDEX tidak hilang tertiup
angin. 1-2 kali saja penyemprotan CERDEX terbukti mampu menghilangkan gejala
ngorok
-. Lakukan vaksinasi yang baik. Baik dalam arti
vaksinnya baik, caranya baik, dan jadwalnya tepat. Hal ini dikarenakan jika
ngorok yang disebabkan oleh virus maka antibiotik dan obat apapun tidak akan
berpengaruh secara signifikan. Hal ini karena replikasi virus sangat cepat dan
antibiotik tidak mampu mematikan atau menghambat virus.-. Dll
Tidak ada komentar:
Posting Komentar